Whole Foods Market-Case Study

22 Juli 2009

Dear my friends,

Sudah 1 minggu term 3 kita lewati. Hhhmm tentunya sudah ada tugas kan? lha..saya ingin menggunakan blog ini sebagai sarana untuk diskusi topik case studi yang akan kita bahas di perkuliahan.

Untuk tanggal 23 juli ini-hari kamis (mata kuliah management strategic), kita akan membahas mengenai case study whole foods yang berkaitan dengan materi chapter 2 yaitu Leading the Process of Crafting and Executing Strategy.

whole-foods-market-merger-blocked-6-6-07

Menurut saya,  case ini menceritakan bagaimana whole foods market memposisikan dirinya sebagai sebuah supermarket yang beda dari kebanyakan supermarket lain dimana sebagian besar dari produk yang dijual adalah produk-produk organik baik dalam bentuk produk segar, maupun yang sudah dikemas.

Whole food market juga mendesain tampilan tokonya berbeda dengan yang lain dimana pihak manajemen menginginkan pelanggan melihat whole food sebagai “tempat ketiga” setelah rumah dan kantor. Sehingga suasana yang diciptakanpun lebih menyenangkan dan terlihat bersahabat.

Target pasar dari Whole food adalah orang-orang menengah keatas yang telah menyadari baiknya mengkonsumsi makanan organik, hal tersebut terlihat dari proses penetapan harga yang terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya.

Dalam berpromosi, whole food juga tidak sembarangan. Mereka hanya menyisihkan 0.5% dari total pendapatan pada iklan. Mereka juga menggunakan sarana word of mouth sebagai usaha untuk mendapatkan pelanggan. Cara lain untuk menciptakan image yang baik pada konsumennya adalah dengan melakukan coorporate social resposibility (CSR) dimana mereka mendonasikan lebih dari 14 juta dollar untuk organisasi pendidikan. Dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan CSR lainnya yang dilakukan oleh Whole Food.

Untuk menciptakan loyalitas karyawan, manajemen whole market menerapkan konsep pembagian keuntungan dari kontribusi tiap tim yang berhasil memperoleh pendapatan yang besar. Konsep lain adalah dengan membagikan saham atau option untuk para karyawannya.

Hhhhmmm…gimana pendapat temen-temen yang lain??

wholefoods2

14 responses to “Whole Foods Market-Case Study

  1. hhmm.. bagus juga kita diskusi di blog ini yah.
    ok, mau tambahin aja dari sisi swot analysis. mungkin bisa dipakai untuk analisis lebih lanjut.

    Streght :
    – Modal besar
    – Memiliki jumlah store yang banyak sehingga jangkauan pemasaran luas
    – Produk yang dijual bervariasi, lengkap dan dengan kualitas premium
    – Peduli pada tanggung jawab sosial lewat program CSR-nya

    Weakness :
    – Share of total US grocery sales nya masih kecil (kalah dibanding wall mart, kroger, dll)
    – Barang yang dijual harganya mahal ketimbang barang-barang non organik lainnya

    Opportunity :
    – Pasar organik market masih sedikit
    – Ada kesempatan untuk ekspansi ke luar negeri dimana wall mart dan kawannya belum masuk ke pasar tersebut

    Thread-nya blm kepikiran.

    Selain itu, Whole food melakukan akuisisi terhadap wild oat market, menurut saya memiliki beberapa alasan, yaitu :
    – harga saham wild oat yang terus turun karena perusahaan tersebut di klaim merugi.
    – jaringan wild oat yang sudah cukup besar sehingga memudahkan whole food untuk melakukan ekspansi tanpa harus bersusah payah mencari lahan ataupun membuka toko baru yang memakan waktu yang relatif lama.
    – wild oat memiliki kesamaan karakteristik dalam mendesain toko mereka.

    Coba teman-teman yang lain lengkapi yah…

  2. mengenai analysis SWOT yang udah dibuat Monic, gw coba melengkapi dulu
    yang sekiranya masih belum tercantum disana ya

    SWOT ANALYSIS – Monica and Seiichi
    Strengths :
    – Modal besar
    – Memiliki jumlah store yang banyak sehingga jangkauan pemasaran luas
    – Produk yang dijual bervariasi, lengkap dan dengan kualitas premium
    – Peduli pada tanggung jawab sosial lewat program CSR-nya
    – Memiliki Strategic Vision yang kuat serta tertuang dalam Core
    Competencies yang
    dijalankan perusahaan

    Weaknesses :
    – Share of total US grocery sales nya masih kecil (kalah
    dibanding wall mart, kroger, dll)
    – Barang yang dijual harganya mahal ketimbang barang-barang non
    organik lainnya
    – Supplier atau pemasok bahan makanan organic masih terbatas dan
    diperlukan
    penanganan khusus untuk menjamin produk tetap fresh

    Opportunities :
    – Pasar organik market masih sedikit
    – Ada kesempatan untuk ekspansi ke luar negeri dimana wall mart
    dan kawannya belum
    memasuki pasar tersebut
    – Kesadaran masyarakat global atas kesehatan meningkat
    – Komunitas masyarakat yang sadar akan kesehatan semakin banyak, seperti
    komunitas vegetarian, green diet, dll
    – Kesadaran masyrakat dunia yang semakin meningkat dalam upaya
    mencegah global
    warming

    Threats :
    – Semakin terbatasnya lahan yang masih terbebas dari polusi dan
    penggunaan
    bahan-bahan kimia
    – Krisis finansial global yang menurunkan pendapatan masyarakat
    dunia pada umumnya
    – Ekspansi retail market umum seperti Wall Mart dan Koger dalam
    menyediakan bahan
    makanan organik

    Selain itu,dilihat dari sisi Vision, Core Values serta Strategy perusahaan

    Whole Foods Market sebagai penyedia bahan makanan organik termasuk
    dalam jenis usaha retail yang unik dan melayani niche market pada
    awalnya.

    Perusahaan memiliki Strategic Vision yang kuat serta tertuang dalam
    core competencies mereka, hingga dapat dilihat dari berbagai jalan
    komunikasi perusahaan kepada para stakeholder secara luas, mulai dari
    konsumen, hingga lingkungan.

    Hal ini dapat dilihat dari slogan mereka, “Whole Foods, Whole People,
    Whole Planet”, dimana tujuan akhir perusahaan adalah mempromosikan
    hidup sehat bagi setiap orang di bumi bahkan bagi bumi itu sendiri.
    Mereka menekankan pentingnya pengembangan tanaman maupun ternak secara
    organik dalam upaya melestarikan dunia dan mencegah pemanasan global.

    Visi yang dimiliki perusahaan dapat dilihat dari komunikasi mereka
    melalui berbagi cara antara lain, desain toko yang dominan unsur kayu
    natural, menyebarkan pernyataan kepedulian lingkungan lewat situs
    resmi, mengganti bahan bakar kendaraan armada distribusi dari
    menggunakan bahan bakar minyak menjadi berbahan dasar biodiesel,
    hingga para karyawan toko yang memiliki pengetahun mendalam atas
    keunggulan produk organik yang mereka sediakan.

    ayo yang lain, tolong ikut menambahkan ya

  3. (Thompson, Arthur A. Crafting and Executing Strategy. 7th Edition. New York: McGraw-Hill. 2008).

    Untuk menganalisis Whole Foods Market dari sisi finance, kita membutuhkan beberapa informasi yang dapat dijadikan grafik dari financial highlight 2000, 2002-2007 Whole Foods Market:

    1-sales

    Dilihat dari grafiknya, tiap tahun salesnya mengalami kenaikan selama 7 tahun berturut-turut. Hal ini berkaitan dengan stategi untuk business development yang tetap konsisten, baik development dari sisi intern (memperbaiki property dan equipment) serta dari sisi ektern (mengakuisisi new store).

    2-gross margin

    Pada tahun 2007, Whole Foods Market mengakuisisi Wild Oats, yang berdampak pada COGS di tahun 2007 meningkat, hal ini mungkin karena adanya peningkatan biaya produksi ataupun adanya cost of acquisition.
    Gross margin yang turun di tahun 2007 menyebabkan net income pada tahun 2007 $182.740 (in thousands) menurun dibandingkan 2006 $203.828 (in thousands). See Case 1 Exhibit 9 Statement of Operations.

    3-comparable store sales

    7.3% of the roughly $850 billion in total U.S. grocery store sales.

    4-ending square footage

    Data dari tahun ke tahun meningkat, menggambarkan Whole Foods Market melakukan ekspansi dengan menambah toko-toko baru.

    5-store contribution

    Jika dilihat pada Exhibit 10 (Balance Sheet), equity Whole Foods Market meningkat di tahun 2007. Hal ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan kegiatan ekspansi di tahun mendatang.

    Lihat financial result dari Whole Foods Market.

    Hendro, mohon dikoreksi ya.. thx..

  4. berhubung joe masih berusaha mengupload gambar grafiknya, aku mau tambahin lagi deh
    coba kalian baca chapter 2 deh, kalau bisa nih case kita kaitkan dengan teorinya. aku tertarik ama framework yang ada di hlm 24. ada 5 phase disana…coba kita buat yuk…

    phase 1: Developing a Strategic Vision
    Menurut yang aku baca vision nya si Mackey’s sudah cukup jelas ( Whole Foods to become an international brand synonymous not just with natural and organik foods but also with being the best food retailer in every community in which Whole Foods stores were located) — set the standard for excellence in food retailing.
    untuk filosopi Mackey sendiri marketing high quality natural and organic foods to more and more customers in more and more communities would over time gradually transform the diets of individuals in a manner that would help them live longer, healthier, more pleasurable lives.
    untuk missionnya : well beyond food retailing

    phase 2: Setting objective
    objective yang bisa aku liat di sini sih : “helping support the health, well being, and healing of both people-customers, team members, and business organizations in general-and the planet. (aku masih blm nemu financial and strategic objectivenya, coba tmn2 bantu)

    phase 3: Crafting a Strategy
    menurut aku, strategy perusahaan yang dipilih adalah business strategy dimana perusahaan concern untuk memfokuskan pada one spesific line of business.
    strategy ini ditempuh oleh whole food dengan cara melakukan akuisisi pada beberapa groceries (termasuk wild oats market dan yang lainnya) –> akuisisi termasuk salah satu usaha untuk “growth”
    strategy lainnya adalah:
    – selling the highest quality natural and organic product
    – satisfying and delighting the customer
    – creating more profit and growth
    – and caring about the communities and environment

    Sekian dulu deh….coba tmn2 tambahin yang lain..masih ada beberapa fase yang blm kukerjain

  5. Mau tambahin untuk swot analysisnya

    Threat :
    – semakin ketatnya persaingan
    – semakin sedikitya lahan untuk melakukan ekspansi

    mungkin kita juga bisa pakai toolini sebagai alat analisis — dari aspek marketingnya, saya mau highlight bauran pemasarannya
    PENETAPAN 4P

    Product
    – whole food memilih untuk berfokus pada penjualan bahan makanan organik mulai dari yang segar hingga makanan organik dalam kemasan

    Price
    – penentuan harga yang tinggi (premium Price) yang merupakan dampak dari tingginya harga bahan baku untuk produk-produk organik

    untuk place dan promotion apakah ada yang bisa menambahkan?

    • mau tambahin pny hendro..
      place : whole foods memiliki kurang lebih 100 gerai stores yang tersebar di 36 states (termasuk canada, london, dan amerika) store terbesarnya adalah di london. Whole foods memulai bisnisnya di austin, texas kemudian melakukan expansi ke manhattan, pasadena, atlanta dan lain-lainnya.

      promotion : melalui advertising (0
      5 percent dari revenue dipakai untuk biaya advertising), word of mouth marketing, dan ada marketing program yang dilakukan pada event tertentu

  6. ndro, gambarnya ga bisa gw masukin comment di blog lo, jadi lo liat aja di link ini ya:

    http://yuanamardhiana.wordpress.com/2009/07/22/32/

  7. nambahin 2 fase dari 5 fase penetapan strategi perusahaan, yaitu…

    Phase 4: Implementing and Executing the Strategy
    seperti yg sudah saya sebutkan di atas, dalam implementasinya, perusahaan betul-betul berpegang pada core vision mereka, dan dapat dilihat dari operasional bisnis mereka, antara lain terlihat dari desain toko yang dominan unsur kayu
    natural,menggantii bahan bakar kendaraan armada distribusi berbahan bakar minyak menjadi berbahan dasar biodiesel,
    hingga para karyawan toko yang memiliki pengetahun spesifik atas
    keunggulan produk organik.

    Phase 5 : Evaluating Performance and Initiating Corrective Adjustments
    dalam fase ini, pihak perusahaan berupaya melakukan pengembangan berkesinambungan terkait perkembangan bisnis. Dimana dalam proses evaluasi termasuk evaluasi dampak perkembangan lingkungan eksternal terhadap bisnis perusahaan. Dapat dilihat dari langkah akuisisi toko Wild Oats, dimana sebelum akuisisi terjadi, Wild Oats merupakan pemain terbesar kedua setelah Whole Foods Market dalam pasar bahan makanan organik.

  8. hello saya datang lagi..haha. ok saya kasih comment.
    sebelum thx uda translate indonesia. Menurut gw kasus case study whole food dapat dilihat dari :

    1. Strategic management :
    Michael porter menjelaskan ada 2 strategic utama :
    – low cost
    – differentiation
    Apa yang dilakukan Whole Food menggunakan strategic differentiation.
    konsepnya : berbeda dgn supermarket lain dengan menjual produk organik secara khusus.

    2. Vision
    vision yang dilakukan whole food sungguh mulia dengan strategi diferent yg mampu menyediakan produk organik yang bermanfaat bagi kesehatan masyakat.

    3. Implementasi :
    strategi yg dilakukan whole food sungguh sesuai dengan vision yg dibangun dengan :
    1. desain yg sesuai supermaket organik.
    2. communikasi melalui word of mouth, CSR (Customer Social Responsibility), care terhadap kebutuhan customer.
    3. kepedulian & tanggung jawab terhadap karyawan dengan pembagian keuntungan berdasarkan saham/option kepada karyawan.

    4. dampak strategic management :
    apa yg dilakukan whole food dengan :
    1. vision:
    diferent sehingga menciptakan value add dari company value dan strategic yg dibangun dari produk organik yg berbeda dari supermarket dengan desain toko dan value : rumah ketiga yg nyaman dan bersahabat saat berbelanja.

    2. dengan adanya diferen mampu menciptakan Competitive Advantange yg dilakukan Whole Food karena tidak mudah ditiru oleh supermarket lain.

    Bagaimana whole food mencipatakan CA ini ?
    Whole Food telah membuktikan dengan memberi value add kepada customer dan membangun company value (Organisasi Culture) dan juga royalitas karyawan sehingga pelayanan yang baik dan kepuasan bagi customer sehingga meningkatkan penjualan dan profitabilitas (Financial Performance). Adanya focus pada segmentasi customer menengah atas dengan strategi marketing yg jitu dengan perhatian pada CSR, getok tular dan desain toko yg menarik mencipatkan komunikasi kalangan atas.

    akhirnya dari semua itu memberikan keunggulan bersaing yang tidak mudah ditiru dari segi : company value, vision, kepuasan kepada karyawan dan cusotomer serta financial performance yang terus meningkat…
    demikian pendapat saya.
    thx..
    saya mau tambahkan lagi tapi udah malam banget…

  9. monicaanggraeni

    trs..dr point2 yang didapat ini, kira2 kesimpulan apa yang kita peroleh ya?

  10. BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI

    Whole Foods Market, Inc merupakan penjual makanan organic di Amerika Serikat. Focus pada pemberdayaan, otonomi, dan tim. Perusahaan ini telah menghabiskan 16 tahun menjadi perusahaan dengan slogan yang kuat dan model bisnis yang sangat menguntungkan. Tidak suatu organisasi, tetapi “Maksud dari Komunitas”, Whole Foods Market mencerminkan manajemen modern dilihat misalnya dari Jeff Howe ( “Crowdsourcing”) atau vineet Nayar (CEO HCL Technologies), hari ini adalah organisasi yang semakin berkembang dalam masyarakat. Menjadi hari ini yang berperan untuk model Manajemen 2.0, Whole Foods Market radikal dari praktek-praktek manajemen.
    Whole Foods Market umumnya dipengaruhi oleh Jepang 1970-an, terutama kuasa dan berdasarkan prinsip-tim budaya. Selanjutnya Whole Foods Pasar dibangun atas Abraham Maslow dari hierarki kebutuhan. Whole Foods mengembangkan pasar sendiri sejak berdirinya pada tahun 1980 (pembukaan pasar pertama di Austin, Texas) oleh John Mackey dan Renee Lawson Hardy, pemilik aman Way Foods Alam, dan Craig Weller Skiles dan Markus, pemilik Clarksville Grocery Alam, untuk saat ini terbesar organik dan makanan grocery alam di Indonesia dinyatakan dan bahkan dunia. Jaringan ritel yang mencakup hari ini lebih dari 270 toko di Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada) dan di Inggris Raya (sekitar 80 baru sedang dalam perencanaan). Dengan lebih dari 54,000 karyawan di seluruh dunia dan omset yang dihasilkan dari sekitar $ 6,6 miliar pada tahun 2007.
    Profit margin pada Whole Foods juga sekitar 3,5 kali lebih tinggi dari industri: rata-rata penjual makanan di AS membuat sekitar satu sen per US $ keuntungan, sedangkan Whole Foods membuat sekitar 3,5 sen per US $ keuntungan.

    Whole Foods Market menekankan 6 inti dari nilai-nilai yang merupakan jiwa dari Whole Foods Market, adalah:
    • Penjualan yang Tinggi Kualitas Alam dan Organik Produk
    • Tersedia memuaskan dan kami Delighting Pelanggan
    • Mendukung Anggota Kebahagiaan dan Excellence
    • Menciptakan Kekayaan Melalui Profits & Pertumbuhan
    • Kepedulian kami tentang Komunitas &
    • Menciptakan Lingkungan kami terus-menerus menang-menang kemitraan dengan pemasok Whole Foods Market

    Misi terdiri dari tiga bagian (seluruh makanan / seluruh masyarakat / seluruh planet):
    Whole Foods – “Kami mencari kualitas, paling tidak diproses, paling flavorful • makanan alami dan mungkin karena kami percaya bahwa dalam makanan purest negara – yg tdk dipalsukan oleh buatan tambahan, sweeteners, colorings and preservatives – adalah yang terbaik dan merupakan makanan bergizi. Mereka memanfaatkan sepenuhnya desentralisasi, mandiri diarahkan budaya tim dan membuat saling hormat dalam kerja di mana orang diperlakukan adil dan bermotivasi tinggi untuk sukses.
    “Whole Planet -” Kami berkomitmen untuk membantu menangani masalah dunia di sekitar kita, dan kita • aktif mendukung pertanian organik dan pertanian berkelanjutan membantu melindungi planet kita.
    cara terbaik untuk jangka panjang memaksimalkan nilai pemegang saham adalah dengan sistem pengelolaan saling bahwa semua pemangku kepentingan terkait bersama, ini adalah strategi terbaik untuk menciptakan nilai bagi sebagian besar pelanggan, nilai yang paling penting untuk masyarakat, tetapi yang pasti adalah strategi terbaik untuk memaksimalkan nilai pemegang saham juga.

  11. Mo nambahin aja, kira-kira kesimpulannya:

    Dengan visi yang kuat, Whole Food berhasil meyakinkan banyak pihak (para stakeholder), mulai dari para petani sebagai supplier yang mengembangkan lahan organik mereka, sehingga menyelaraskan visi tersebut dengan pemegang saham (shareholder).

    Hal ini dapat dilihat dari pernyataan John Mackey yang menyatakan budaya organisasi diupayakan selaras dengan paham serta interest (ketertarikan) lingkungan stakeholder perusahaan.

    thanks
    Sulthon

  12. mas, kalo 2014 masih inget study kasus itu gak?
    saya mau tanya maksudnya mission-driven company itu apaan ya?

  13. mission driven company; secara harafiah adalah misi pendorong perusahaan. mbak Zarra bisa menganalisa misi-misi apa yang mendorong perusahaan agar dapat tumbuh (pasar) sejauh ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s